Selasa, 24 Agustus 2010

Kelemahan Hadits Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah


Oleh : Abduh Zulfidar Akaha

            Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادضةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مَضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ .
“Tidur orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya mustajab, dan dosanya diampuni.”

Takhrij
            Hadits ini diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (3778), Ibnu Syahin dalam At-Targhib (142), Al-Khallal dalam Al-Majalis (40), dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah pada biografi Kurz bin Wabarah Al-Haritsi; Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu 'Anhu.

Derajat Hadits: Dha’if
            Al-Munawi mendha’ifkan hadits ini dalam Fadih Al-Qadir (9293).
            Al-Baihaqi berkata tentang sanad hadits ini, “Ma’ruf bin Hassan dha’if dan Sulaiman bin Amr An-Nakha’i lebih dha’if lagi dari Ma’ruf.”
            Al-Albani mendha’ifkan hadits ini dalam Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir (12740).

*   *   *

4 komentar:

  1. Assalamualaikum

    terima kasih informasinya
    tapi, teteup aja selama puasa mah, mendingan tidur dah daripada ngagosif alias ghifah.

    BalasHapus
  2. @ pak bujang lanang
    wa'alaikum salam wr. wb.
    iya pak, sama2..
    betul, lebih baik tidur daripada ngegosip atau melakukan perbuatan dosa lainnya..

    BalasHapus
  3. Subhanallah, jadi kesindir. Hihii, terimakasih banyak yah ilmunya. Semoga saia bisa mengamalkannya. Amin.. Singgahlah di blogku juga..

    BalasHapus
  4. @ pak qefy
    ahlan wa sahlan..
    iya, sama2 pak..
    saya udah follow blog antum kok..

    BalasHapus