Selasa, 14 Juni 2011

Kelemahan Hadits Doa Menyambut Bulan Rajab


Oleh : Abduh Zulfidar Akaha

Dinukil dari buku Hadits-hadits Ramadhan, hlm 269-271.

                Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu mengatakan, bahwa jika telah masuk bulan Rajab, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam membaca,
          اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ .
                “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”[1]

Takhrij
Hadits ini diriwayatkan Imam Ath-Thabarani dalam Al-Awsath (4086) dan Ad-Du’a` (837), Abdullah bin Ahmad (2228), Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (3654) dan Al-Fadha`il (14), Ibnu As-Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah (658), Ibnu An-Najjar dalam Dzail Tarikh Baghdad (74), Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (4657), Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (biografi Ziyad bin Abdillah An-Numairi), dan Ibnu Abi Ad-Dunia dalam Fadha`il Ramadhan (1); semuanya dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu.
Dalam sanad hadits ini terdapat seorang perawi bernama Ziyad bin Abdillah An-Numairi. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, “Ziyad bin Abdillah An-Numairi Al-Bashri adalah dha’if.”[2]  Selain Ibnu Hajar, yang mendha’ifkan Ziyad An-Numairi adalah; Al-Haitsami,[3] Abu Hatim Ar-Razi,[4] Yahya bin Ma’in,[5] dan Badruddin Al-Aini.[6]

Derajat Hadits: Dha’if
                Imam An-Nawawi berkata, “Dan kami riwayatkan dalam Hilyatu Al-Awliya` dengan sanad yang di dalamnya ada kelemahan (dha’if) dari Ziyad An-Numairi dari Anas.”[7]
                Imam Adz-Dzahabi mendha’ifkan hadits ini dalam Mizan Al-I’tidal (2824).
                Imam Al-Munawi mendha’ifkan hadits ini dalam Faidh Al-Qadir (6678).
                Imam Al-Haitsami mendha’ifkan hadits ini dalam Majma’ Az-Zawa`id (3006 dan 4774).
                Syaikh Al-Albani mendha’ifkan hadits ini dalam Misykat Al-Mashabih (1369) dan Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir (9875).
                Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini hafizhahullah berkata tentang hadits ini, “Ia adalah hadits mungkar.”[8]
                Wallahu a’lam.

*    *    *


[1] Ahmad (2228), Al-Awsath (4086), Syu’ab Al-Iman (3654), Ibnu As-Sunni (658), Al-Adzkar (541)
[2] Taqrib At-Tahdzib (2093).
[3] Majma’ Az-Zawa`id (8536).
[4] Al-Jarh wa At-Ta’dil (2419).
[5] Ibid.
[6] Maghani Al-Akhyar (728).
[7] Al-Adzkar (541).
[8] Al-Fatawa Al-Haditsiyah/Jilid 1/Hlm 168. Program Al-Maktabah Asy-Syamilah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar