Tampilkan postingan dengan label Beranda Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2011

Mukaddimah Ibnu Khaldun


Harga : Rp 210.000,-
Diskon : 20%
Tebal : 1260 hlm
Hard cover, sampul sayap

Daftar Isi


Pengantar Penerbit v
Ibnu Khaldun Bicara tentang Kekuasaan dan Tanggung jawab —  vii
Peran Ashabiyah viii
Masyarakat dan Negara ix
Negara dalam perkembangannya melalui lima tahap x
Pemikiran Ibnu Khaldun tentang Pendidikan xi
Kata Pengantar 1
Pendahuluan 7
Ilmu Sejarah 9
Madzhab-madzhab atau Aliran Penulisan Sejarah 10
Muqaddimah: Keutamaan Ilmu Sejarah, Ragam Madzhabnya dan Berbagai
Kekeliruan Para Sejarawan Berikut Sebab-sebabnya 17
Kaidah-kaidah Ilmu Sejarah 47

Pasal Pertama dari Kitab Pertama
Karakter Peradaban Manusia Serta Penopang-penopangnya Berupa
Kehidupan Primitif, Kehidupan Perkotaan, Kemenangan Suatu Kelompok, Mata Pencaharian Hidup, Profesi, Ilmu Pengetahuan dan Sejenisnya Serta Sebab-sebab yang Melatarinya
Pasal Ke-1: Peradaban Manusia Secara Umum 69
Muqaddimah Pertama 69
Mukaddimah Kedua: Bagian Bumi yang Memiliki Peradaban dan
Penjelasan atas Sebagian Pohon, Sungai, dan Kawasan 74
Catatan Pelengkap untuk Muqaddimah Kedua: Mengapa Belahan Utara
Lebih Makmur daripada Belahan Selatan 81
Rincian Tentang Geografi 86
Kawasan Iklim Pertama 87
Kawasan Iklim Kedua 92
Kawasan Iklim Ketiga 95
Kawasan Iklim Keempat 102
Kawasan Iklim Kelima 111
Kawasan Iklim Keenam 117
Kawasan Iklim Ketujuh 120

Jumat, 25 Februari 2011

Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara


 Harga : Rp. 55.000,-
 
Diskon : 20% + ongkos kirim
 
Tebal : 350 halaman

Cetakan I, Februari 2011




    

Daftar Isi
Misykat Nubuwwah                                         v
Pengantar Penerbit                                        vii
Kata Pengantar                                               xi
Pendahuluan; Fenomena Pengkeramatan
Kuburan                                                             1
Bayi Baru Lahir Dibawa Ziarah ke Makam Mbah Priuk   4
Masyarakat yang Bodoh Dibanggakan Media Massa
untuk Memperbodoh                                                          5
Shalat dan Berdo’a di Kuburannya                                          9

Bagian Satu
Kuburan yang Dikeramatkan
(DI Luar Jawa)

Makam Syiah Kuala (Aceh)                          15
Berdalil dengan Kisah Tsunami Aceh                              17
Fatwa tentang Meminta kepada Isi Kubur                       21
Belajar di Arab 19 tahun                                                   24
Tafsir Syekh ‘Abd Al-Ra’uf Al-Sinkili,
Tarjuman Al-Mustafid                                                       26
Masalah Nadzar untuk kubur                                           28
Definisi Syirik                                                                    30
Makam Syaikh Burhanuddin (Riau)             35
Ulama yang Sudah Wafat, Kuburannya Dikeramatkan,
Ulama yang Masih Hidup Ditinggalkan                            37
Makam Keramat Mabar (Medan)                43
Makam Datuk Keramat Darah Putih (Medan) 46
Makam Keramat Empat Datuk (Deli Serdang)   50
Makam Putri Ayu (Jambi)                             52
Makam Tanjung Lilin (Payakumbuh)           55
Makam dan Surau Tuo Taram (Payakumbuh) 58

Rabu, 09 Februari 2011

Republik Bohong; Hikayat Bangsa yang Senang Ditipu

Harga : Rp. 54.000,-
Diskon : 25% + ongkos kirim
Tebal : 344 halaman
Cetakan I, Februari 2011


Daftar Isi

Pengantar Penerbit ––– v
Pengantar Penulis ––– ix

Kalam Pembuka ––– 1

Para Ahli Bicara tentang Indonesia ––– 7
Apakah Karena Kutukan Allah? ––– 8
Puisi: “Negeri Para Bedebah” ––– 13
Serigalakan Bangsa Ini ––– 15
Syair Taufiq Ismail ––– 22
Siapa Kita? ––– 28
Membuka Topeng “Negara Gagal” ––– 32
Dana 26 Juta Dollar dari Amerika  ––– 35
DPR Cukup Efektif  ––– 39
Indonesia Dihancurkan IMF  ––– 44
Pandangan Prof. Mahfudh MD.  ––– 51
Bangsa Muslim, Tetapi Hobi Klenik ––– 54

Rakyat Indonesia Mudah Ditipu ––– 71
Bangsa Sakit Seharga “180 M”  ––– 72
Nasib Ngenes Kompor BPPT ––– 80
Pengkhianatan Para Pengamat Ekonomi  ––– 84
Kebohongan Publik di Balik Bailout Bank Century  ––– 93
Kebohongan Menteri Perekonomian! ––– 105
AC Manullang: “Penangkapan Ba’asyir adalah Grand
Strategy Amerika Serikat” ––– 116
Kronologi Peristiwa Terorisasi di Aceh ––– 123
Keanehan Fenomena Terorisme di Indonesia  ––– 127
Ofensif kepada Islam  ––– 128
Desain Kasus Teror ––– 130
Indonesia Sebagai Target  ––– 134
Makna Isu Terorisme  ––– 136
Penipuan Terbesar Abad 21 ––– 138
Siapa Patriot NKRI? ––– 142
Ide Perang Indonesia Vs Malaysia ––– 151
Antara Ustadz dan Politisi  ––– 160
Bukan Soal Keberanian ––– 161
Takut Resiko ––– 162
Masalah Kritis ––– 163
Mental Politisi  ––– 164
Orang Lemah, Jangan Ditipu!  ––– 166
Monumen Yahudi Berdiri Megah di Manado ––– 172

Membedah Akar Masalah Bangsa ––– 177
Benarkah Rakyat Indonesia Sudah Cerdas? ––– 178
Karakter Minder Bangsa Kita ––– 186
Sejarah Bangsa Minder  ––– 187
Minder Secara Kultural  ––– 194
Menegakkan Syahadat  ––– 197
Mengapa Shaum Kita Gagal?  ––– 200
Dominasi Islam Mataram  ––– 205
Sebab Kejayaan Bangsa  ––– 206
Islam Versi Mataram  ––– 208
Islam Orang Indonesia ––– 210
Islam Bercampur Kemusyrikan ––– 213
Semua Teori Sia-sia  ––– 215
Tradisi Kita, Melanggar Hukum! ––– 217
Realitas Penjajahan Baru di Indonesia  ––– 224
Mengapa Masyarakat Tidak Menghargai Dakwah Islam?.... 234
Lima Penyakit Bangsa ––– 243
Islam dan Isu Kebangsaan  ––– 249

Problema Bangsa dan Solusi Islam ––– 259
Mengapa Islam Selalu Dibenci? ––– 260
Keagungan Ajaran Islam ––– 266
Antara Syariat Islam dan NKRI ––– 278
Kesamaan Akar Historis  ––– 278
Membantah Fitnah Keji  ––– 280
Trauma Gerakan DI/TII Sebagai Gerakan Politik  ––– 284
Apakah Bangsa Indonesia Jujur?  ––– 287
Pertanyaan Menggelitik  ––– 290
Kearifan Konsep Piagam Jakarta ––– 294
Apakah Hukum Islam Kejam? ––– 305
Menilai Keadilan Hukum  ––– 309
Kenangan Perjalanan Umrah ––– 314
Penutup: Bangsa Kita Termakan Fitnah ––– 323

Tentang Penulis ––– 330

Kamis, 27 Januari 2011

Panduan Praktis Doa & Dzikir Sehari-hari

Harga : Rp 44.000,-
Diskon : 20% + ongkos kirim
Tebal : 274 + xxxix hlm
Cetakan ke-6, hard cover.


Sesuai judulnya, buku ini memang memuat doa-doa yang biasa dan bisa kita baca sehari-hari. Meski praktis, setiap doa (hadits) yang ditampilkan selalu disertai dengan takhrij yang lengkap. Dan, sesungguhnya masalah takhrij hadits inilah yang menjadi keprihatinan penulis. Betapa banyak buku2 doa yang dijual di berbagai toko buku, namun hanya sedikit yang menyebutkan sumber doanya. Sehingga, bukan tidak mungkin sebagian doa yang terdapat dalam buku tersebut ternyata bukan berasal dari Nabi Saw, atau berasal dari hadits yang dha'if bahkan maudhu'. 

Terbit bulan Mei 2007, dan pada Agustus 2010 telah enam kali naik cetak.

*  *  *

Doa adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah. Bahkan ia merupakan kebutuhan manusia yang lemah ini. Adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliaulah yang mengajarkan kepada umatnya agar selalu berdoa dalam semua aktivitas. Karena hanya Allah yang memiliki segalanya. Dia akan memberi kepada yang dikehendaki-Nya. Dan dengan kemahakayaan-Nya, Dia menjanjikan pengabulan doa hamba-Nya yang meminta.

Tidak jarang kita jumpai orang yang mengeluh do'anya tak pernah dikabulkan. Hingga ada yang putus asa untuk berdoa. Pun, acap kali kita kebingungan mencari lafal do'a yang tepat guna. Terkadang kita berhasil mendapatkan lafal do'a tertentu, tetapi kita tak dapat membacanya. Atau, boleh jadi kita hafal do'a tertentu, tetapi kita tidak tahu dari mana asal-usulnya, tidak pula dipahami makna yang dikandungnya.

Dalam buku ini, Anda akan mendapati do'a dan dzikir pagi sore, dzikir setelah shalat, dan do'a-do'a dari Al-Qur'an dan Sunnah. Dilengkapi dengan pengucapan do'a dalam tulisan lain dan takhrij haditsnya, kehadiran buku ini menjadikan kita lebih percaya diri dalam berdo'a. Bukan hanya itu, masalah seputar do'a di atas pun terjawab dengan tuntas.

*   *   *

DAFTAR ISI

PENGANTAR PENERBIT................................. xiii
PENGANTAR PENULIS.................................. xvii
Manhaj Penulisan ……………………………………………  xii

BAB 1 ADAB BERDO’A.................. 1
ADAB BERDO’A................................................... 3
Pertama: Menjauhkan diri dari hal-hal yang
haram....................................................................... 3
Kedua: Ikhlas  ......................................................... 6
Ketiga: Memulai do’a dengan tahmid dan
shalawat................................................................... 7
Keempat: Berdo’a dengan do’a-do’a yang disyari’atkan    8
Kelima: Penuh kekhusyu’an, tadharru’, dan
harap-harap cemas................................................ 10
Keenam: Tidak bimbang dalam berdo’a dan
yakin Allah akan mengabulkan............................ 11
Ketujuh: Mencari saat yang tepat untuk
berdo’a.................................................................... 13
Kedelapan: Berdo’a pada kondisi yang de­kat
dengan Allah......................................................... 15
Kesembilan: Menghadap ke arah kiblat............... 19
Kesepuluh: Dengan suara yang pelan................. 20
Kesebelas: Tidak berdo’a atau mendo’akan
yang buruk............................................................. 22
Kedua belas: Mengangkat kedua tangan............. 24
Ketiga belas: Disertai taubat dan peng­akuan
dosa........................................................................ 25
Kempat belas: Tidak mengkhususkan diri
dalam do’a ketika berdo’a bersama...................... 27
Kelima belas: Mengulangi do’a hingga tiga kali.. 28
Keenam belas: Memperbanyak do’a di wak­tu lapang 
(tidak hanya saat perlu atau di­­run­dung musibah)        30

DI ANTARA SEBAB TIDAK DIKABULKAN-
NYA DO’A............................................................ 32

Rabu, 26 Januari 2011

165 Kebiasaan Nabi Saw.

Harga : Rp. 74.000,-
Diskon 20% + ongkos kirim
Tebal : 496 hlm + xxxii
Cetakan ke-11, hard cover

Dulunya buku ini berjudul 160 Kebiasaan Nabi Saw. Kemudian, setelah direvisi, saya tambah lima lagi, dan berganti judul menjadi 165 Kebiasaan Nabi Saw. Buku ini berisi tentang kebiasaan Nabi dalam masalah shalat; kebiasaan beliau pada hari Jum'at dan hari raya; kebiasaan beliau dalam hal puasa; pada bulan Ramadhan; kebiasaan dalam makan dan minum; dalam tidur; ketika bepergian; dalam dzikir dan doanya; dan berbagai kebiasaan Nabi yang lain.
Dicetak pertama kali pada Mei 2002, dan pada 2010 lalu telah naik cetak sebelas kali.


Daftar Isi  :
Pengantar Penerbit
Pengantar Penulis
MUKADDIMAH
Sekilas tentang Sunnah Nabawiyah
Manhaj Penulisan

Bab Pertama
Kebiasaan-kebiasaan Nabi Saw Sekitar Shalat
Kebiasaan Ke-1:   SELALU SHALAT SUNNAH FAJAR
Kebiasaan Ke-2:  MERINGANKAN SHALAT SUNNAH FAJAR
Kebiasaan Ke-3: MEMBACA SURAT AL-IKHLAS DAN AL-KAFIRUN DALAM SHALAT FAJAR
Ayat Lain yang Dibaca Nabi dalam Shalat Sunnah Fajar
Kebiasaan Ke-4:  BERBARING SEJENAK SETELAH SHALAT SUNNAH FAJAR
Kebiasaan Ke-5:  MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH DI RUMAH
Kebiasaan Ke-6:  SELALU SHALAT SUNNAH EMPAT RAKAAT SEBELUM ZHUHUR
Kebiasaan Ke-7:  MENGGANTI DENGAN EMPAT RAKAAT SETELAH ZHUHUR JIKA TIDAK SEMPAT SHALAT SEBELUMNYA
Kebiasaan Ke-8:  SHALAT SUNNAH DUA ATAU EMPAT RAKAAT SEBELUM ASHAR
Kebiasaan Ke-9:  SHALAT SUNNAH DUA RAKAAT  SESUDAH MAGHRIB       
Kebiasaan Ke-10: SHALAT SUNNAH SETELAH ISYA‘
Kebiasaan Ke-11:  MENGAKHIRKAN SHALAT ISYA‘
Kebiasaan Ke-12: MEMANJANGKAN RAKAAT PERTAMA DAN MEMENDEKKAN RAKAAT KEDUA
Kebiasaan Ke-13: SELALU SHALAT MALAM
Waktu Shalat Malam Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
Kebiasaan Ke-14: MENGGOSOK GIGI APABILA BANGUN MALAM
Kebiasaan Ke-15: MEMBUKA SHALAT MALAM DENGAN DUA RAKAAT RINGAN
Kebiasaan Ke-16: SHALAT MALAM SEBELAS RAKAAT
Format Shalat Malam Nabi Sebelas Rakaat
Kebiasaan Ke-17: MEMANJANGKAN SHALAT MALAMNYA
Kebiasaan Ke-18: MEMBACA SURAT AL-A’LA, AL-KAFIRUN DAN AL-IKHLAS DALAM SHALAT WITIR
Kebiasaan Ke-19: MENGGANTI SHALAT MALAM DI SIANG HARI JIKA BERHALANGAN
Kebiasaan Ke-20: SHALAT DHUHA EMPAT RAKAAT
Kebiasaan Ke-21: TETAP DUDUK HINGGA MATAHARI BERSINAR SETELAH SHALAT SUBUH
Kebiasaan Ke-22: MELURUSKAN SHAF SEBELUM MULAI SHALAT JAMAAH
Kebiasaan Ke-23: MENGANGKAT KEDUA TANGAN SAAT TAKBIRATUL IHRAM, AKAN RUKU’ DAN BANGUN DARI RUKU’
Kebiasaan Ke-24: MELETAKKAN TANGAN KANAN DI ATAS TANGAN KIRI     
Kebiasaan Ke-25: MENGARAHKAN PANDANGAN KE TEMPAT SUJUD
Kebiasaan Ke-26: MERENGGANGKAN KEDUA TANGAN KETIKA SUJUD HINGGA TAMPAK KETIAKNYA YANG PUTIH
Kebiasaan Ke-27: MEMBERI ISYARAT DENGAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHHUD DAN MENGARAHKAN PANDANGAN KE ARAH JARI TELUNJUK
Kebiasaan Ke-28: MERINGANKAN TASYAHHUD PERTAMA
Kebiasaan Ke-29: MERINGANKAN SHALAT JIKA BERJAMAAH           
Kebiasaan Ke-30: MENGHADAP KE ARAH KANAN MAKMUM SELESAI SHALAT JAMAAH     
Kebiasaan Ke-31: BERSEGERA KE MASJID BEGITU MASUK WAKTU SHALAT
Kebiasaan Ke-32: SELALU MEMPERBARUI WUDHU SETIAP KALI AKAN SHALAT
Kebiasaan Ke-33: TIDAK MENSHALATKAN JENAZAH YANG MASIH BERHUTANG
Kebiasaan Ke-34: MENANCAPKAN TOMBAK SEBAGAI PEMBATAS JIKA SHALAT DI TANAH LAPANG
Kebiasaan Ke-35: MENGAJARI SHALAT KEPADA ORANG YANG BARU MASUK ISLAM 

Bab Kedua
Kebiasaan-kebiasaan Nabi Saw di Hari Jum’at dan Dua Hari Raya

(hukum) wisata kuliner, bukan tidak boleh, tapi jika berlebihan tidak baik

Hikmah jelang siang: (hukum) wisata kuliner, bukan tidak boleh, tapi jik a berlebihan tidak baik ' ada yg bertanya via WA ttg ha...